
Foto : Penandatanganan kerjasama PT Pertamina EP dan PT Wijaya Karya.
Jakarta - Kontrak pembangunan (
engineering, procurement, and construction/EPC) untuk fasilitas produksi gas matindok telah resmi ditandatangani
President Director PT Pertamina EP Adriansyah dan
President Director
PT Wijaya Karya (Persero) tbk, Bintang Perbowo, di Ruang rapat utama
kantor pusat PT Pertamina EP lt. 12 (22/5) dengan disaksikan oleh
jajaran BOD PT Pertamina EP, dan juga dihadiri oleh management PT Wijaya
Karya (Persero) tbk dan PT Technip Indonesia.
Penandatanganan
perjanjian pembangunan fasilitas produksi gas matindok antara PT
Pertamina EP dengan konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) tbk dan PT
Technip Indonesia ini dengan total nilai kontrak US$234 Juta. Proyek ini
akan dikerjakan selama 24 bulan kalender terhitung sejak tanggal yang
ditetapkan dalam penandatanganan perjanjian kontrak.
Proyek yang akan
dibangun di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini
memiliki target produksi yaitu 55 MMCFD, dan diharapkan dapat on stream
pada akhir Maret 2016. Sampai saat ini pembangunan kilang gas matindok
sudah pada tahapan persiapan dan penyiapan lahan. Dalam waktu dekat akan
segera melakukan
Purchase Order terhadap
equipment long lip item yang merupakan
critical dari
project ini.
GM PPGM (proyek
pengembangan gas matindok) Medianto B. Satyawan mengungkapkan, para
engineer PT Pertamina EP khususnya management PPGM berharap EPC Matindok
ini memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan cepat dari EPC Donggi
yang sebelumnya telah dikerjakan. "Sebelumnya pada EPC Donggi adalah
pembelajaran yang pertama, dan proyek gas matindok ini kami harapkan,
kita bisa lesson and learn agar bisa lebih bagus dan lebih cepat. Kami
mohon support dari BOD demi kelancaran di EPC Matindok ini, terutama
untuk approval-approval yang terkait pada proses selanjutnya seperti
revisi
authorization for expenditure (AFE) dan lain-lain", ujar Medianto.
Bagi PT Wijaya Karya
(Persero) tbk, ini adalah kali pertama berkerja sama dengan PT
Pertamina EP dan pembangunan gas processing facility project ini menjadi
salah satu prestasi bagi PT Wijaya Karya (Persero) tbk. Hal itu
diungkapkan
President Director PT Wijaya Karya (Persero) tbk,
Bintang Perbowo saat diwawancarai seusai acara. Tak lupa dirinya
mengucapkan terimakasih atas kepercayaan PT Pertamina EP untuk
mengerjakan
gas processing facility project Matindok ini.
"Kami dengan tim
yang ada akan berusaha dengan sebaik-baiknya, untuk tidak terlambat
dengan kualitas sesuai pada spek kontrak. Karena kami baru pertama kali
ini masuk di gas processing, sehingga kami mohon apabila terdapat hal
yang salah atau telat dan lain hal, sebaiknya segera kami diberikan
masukan. Saya berharap hasilnya baik sesuai yang diharapkan sehingga
kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik", tegas Bintang Perbowo.
Adriansyah selaku
President Director
PT Pertamina EP menjelaskan bahwa terdapat keterlambatan sekitar satu
setengah bulan dari rencana awal penandatanganan ini. Menurutnya
kesulitan bernegosisasi pada perkerjaan yang memiki skala besar adalah
hal yang biasa. Tetapi keterlambatan penandatanganan ini bukan berarti
terdapat toleransi pada keterlambatan penyelesaian perkerjaannya, dengan
begitu Adriansyah menegaskan apabila terdapat salah satu proses
produksi gas terlambat, akan memperngaruhi performance dari keseluruhan
project yang ada.
"Seperti yang kita
tau, bahwa project ini sangat tergantung sekali terhadap timing
penyelesaian perkerjaan dari ketiga project up stream yang ada disana.
Jadi apabila salah satu terlambat akan mempengaruhi performance dari
keseluruhan projectnya. Itu yang akan menjadi konsern kita, menuntut
percepatan semua pelaksanaannya tanpa menyepelekan hal-hal prinsip
seperti safety dan kualitas dari perkerjaan itu sendiri", ujar
Adriansyah.
Lebih lanjut
Adrianysah mengutarakan bahwa PT Pertamina EP menginginkan fasilitas
produksi yang world class baik dari sisi efisiensi sistemnya, dari sisi
kemudahan maintenance, dan dari state of the art technology yang
digunakannya. Adriansyah berharap pembangunan fasilitas ini dapat
menjadi fasilitas yang reliable dengan menggunakan teknologi-teknologi
juga raw material yang betul-betul berkonsentrasi kepada efisiensi dari
processing plant-nya.
"Saya pikir PT
Wijaya Karya (Persero) tbk sudah memiliki reputasi untuk
perkerjaan-perkerjaan sejenis. Saya berharap mereka bisa melakukan ini
sesuai dengan track record yang mereka punya, karena salah satu kriteria
pemilihan mitra kita adalah provement track record-nya. Sehingga kita
berharap PT Wijaya Karya (Persero) tbk dapat melakukan ini dengan
sebaik-baiknya", tegas Adriansyah kepada tim PEPChannel. (Latifa/PEP
Channel)